Mohon Koreksi Kalau ada kesalahan ( okeh Pak Haji n Pak Lutfi Dompol )
Bismillah,
berikut ini adalah istilah-istilah singkat yang biasa digunakan oleh para penuntut ilmu syar’i :
…
Afwan = maaf.
Tafadhdhol = silahkan (untuk umum
Tafadhdholiy = silahkan (untuk perempuan)
Mumtaz : Hebat, Nilai sempurna, bagus banget
Na’am : iya
La adri = tidak tahu
Syukron : terima kasih Zadanallah ilman wa hirsha = smoga ALLAH manambah kita ilmu & semangat Yassarallah/sahhalallah lanal khaira haitsuma kunna = semoga ALLAH mudahkan kita dalam kebaikan dimanapun berada Allahummaghfir lana wal muslimin = ya ALLAH ampunilah kami & kaum muslimin
Laqod sodaqta = dengan sebenarnya
Ittaqillaah haitsumma kunta = Bertaqwalah kamu kepada Allah dimanapun kamu berada
Allahul musta’an = hanya ALLAH-lah tempat kita minta tolong
Barakallah fikum = semoga ALLAH memberi kalian berkah
Wa iyyak = sama-sama
Wa anta kadzalik = begitu jg antum
Ayyul khidmah = ada yg bisa dibantu ?
Nas-alullaha asSalamah wal afiah = kita memohon kepada ALLAH keselamatan dan kebaikan
Jazakumullah khayran = semoga ALLAH memmbalas kalian dengan lebih baik
Jazaakallahu khayran = semoga ALLAH membalasmu (laki2) dengan lebih baik
Jazaakillahu khayran = semoga ALLAH memmbalasmu (perempuan) dengan lebih baik
Allahumma ajurny fi mushibaty wakhlufly khairan minha = ya ALLAH berilah pahala pada musibahku dan gantikanlah dg yg lebih baik darinya.
Rahimakumullah = smoga ALLAH merahmati kalian
Hafizhanallah = semoga ALLAH menjaga kita
Hadaanallah = semoga ALLAH memberikan kita petunjuk/hidayah.
Allahu yahdik = semoga Allah memberimu petunjuk/hidayah
‘ala rohatik = ‘ala kaifik = tereserah anda…
(biasanya digunakan dalam percakapan bebas, atau lebih halusnya silahkan dikondisikan saja..)
ana = y = saya
anta = ka = kamu laki2
anti = ki = kamu prempuan
(maksudnya ==> kalau untuk kepada kamu laki2= kaifa haluka ? ; Kalau kepada kamu perempuan : kaifa haluki?)
antum = kum = kalian laki2
antunna = kunn = kalian prempuan
huwa = hu = dia laki2
hiya = ha = dia prempuan ===
maa dza ta’malu ? = apa yg sedang kamu kerjakan ?
maa dza ta’maluna ? = apa yg sedang kalian kerjakan ?
qoro’tu fiil madi = aku telah membaca
ahfadhuhaa mahlan mahlan = saya akan menghafalnya pelan-pelan
ﺃَﺣْﻤَﺪ: ﻣِﻦْ ﺃَﻳْﻦَ ﺃَﻧْﺖَ ﻗَﺎﺩِﻡ ﻳَﺎ ﺃَﺧِﻲ؟
Min aina anta qaadim, ya akhii? / Dari mana Anda berasal, wahai Saudaraku?
ﻣُﺤَﻤَّﺪ: ﺃَﻧَﺎ ﻗَﺎﺩِﻡ ﻣِﻦْ ﺟَﺎﻭَﻯ ﺍﻟﺸَّﺮْﻗِﻴَّﺔ
Anaa qaadim min Jaawaa asy-syarqiyyah / Saya berasal dari Jawa Timur
ﺃَﺣْﻤَﺪ: ﻫَﻞْ ﺃَﻧْﺖَ ﻃَﺎﻟِﺐ؟
Hal anta thaalib? / Apakah Anda seorang mahasiswa?
ﻣُﺤَﻤَّﺪ: ﻻَ ﺃَﻧَﺎ ﻣُﻮَﻇَّﻒ
Laa, anaa muwadhdhaf / Tidak, saya seorang karyawan
ﺃَﺣْﻤَﺪ: ﺃَﻳْﻦَ ﻣَﻜْﺘَﺒُﻚَ؟
Aina maktabuka? / Di mana kantormu?
ﻣُﺤَﻤَّﺪ: ﻣَﻜْﺘَﺒِﻲ ﻓِﻲ ﺍﻟﺸَّﺎﺭِﻉ ﺳُﻮﺩِﺭْﻣَﺎﻥ
Maktabii fisy-syaari’ Sudirman / Kantorku di jalan Sudirman
ﺃَﺣْﻤَﺪ: ﺑِﻤَﺎﺫَﺍ ﺗَﺬْﻫَﺐ ﺇِﻟَﻰ ﺍﻟْﻤَﻜْﺘَﺐ؟
Bimaadzaa tadzhab ilal-maktab? / Dengan apa Anda pergi ke kantor
ﻣُﺤَﻤّﺪ: ﺃَﺫْﻫَﺐ ﺇِﻟَﻰ ﺍﻟْﻤَﻜْﺘَﺐ ﺑِﺎﻟﺴَّﻴَّﺎﺭَﺓ
Adzhab ilal-maktab bis-sayyaarah / Saya pergi ke kantor dengan mobil
Akalti : kamu sudah makan
ana ata’allamu = saya sedang belajar
nahnu nata’allamu = kami sedang belajar al idhofatu = sandaran
contoh :
———
kitaabun – Muhammad –> kitaabun Muhammadin = bukunya Muhammad –> nah, ini dalam bahasa arab disebut : mudhoofun ilaih (mabniun alal kasry) lagi.. baitun – mudarrisyun –> baitu mudarrisyin/baitul mudarrisyi = rumah guru
nah..
TIPS:
bagaimana kalau berdiskusi dgn para ahlul bid’ah dan mereka tetap bersikeras kepada kebid’ahannya ?
Cukup tutup dengan kalimat,
“mau’iduna yaumal jana’iz!” = nantikanlah sampai kematian menjemput anda
Setelah itu, tinggalkan tempat kejadian perkara
selesai
___________________________________________
Afwan, berhubung ada yang bertanya tentang arti kalimat2 umum dan sederhana dalam bahasa Arab yang sering di gunakan di group ini, maka semoga artikel sederhana (terjemahan bebas) ini bermanfaat.
- ana = saya
- anta = ka = kamu laki2
- anti = ki = kamu prempuan
- antum = kum = kalian laki2
- antunna = kunn = kalian prempuan
- huwa = hu = dia laki2
- hiya = ha = dia perempuan
- ya akhi = wahai saudaraku (laki2)
- ya ukhti = wahai saudaraku (perempuan)
- Akhi fillah = saudaraku seiman (kepada Allah)
- Jazaakallahu khayran = smoga ALLAH memmbalasmu dengan kebaikan.
- Jazakumullah khayiran = smoga ALLAH memmbalas kalian dengan kebaikan
- Allahu yahdik = Semoga Allah memberimu petunjuk
- Rahimahullah = Semoga Allah merahmatinya
- Rahimakumullah = smoga ALLAH mrahmati kalian
- Hafizhanallah = smoga ALLAH menjaga kita
- Hadaanallah = semoga ALLAH memberikan kita petunjuk.
- Afwan = maaf
- ISTAGHFARA-YASTAGHFIRU (استغفر) = meminta ampun.
- Zadanallah ilman wa hirshan = Semoga ALLAH manambah kita ilmu & smangat
- Yassarallah / sahhalallah lanal khaira haitsuma kunna = Semoga ALLAH mudahkan kita dalam kebaikan dimanapun berada
- Allahummaghfir lana wal muslimin = ya ALLAH ampunilah kami & kaum muslimin
- Allahul musta’an = hanya ALLAH lah tempat kita minta tolong
- Barakallahu fiik/kum = Semoga ALLAH memberi kalian berkah
- Wa iyyak/kum = sama2
- Wa anta kadzaalik = begitu jg antum
- Nas-alullaha assalamah wal aafiah = kita memohon kepada ALLAH keselamatan dan kebaikan
dipersilahkan bagi yg mau menambahkan / mengkoreksi,
& kalo ada yg mau menambahkan dgn huruf hijaiyah itu lebih baik
jazakumullah khayran
ana aidon = aku juga
thoyyib = baik lah..
laa bahsa = ga papa
mafi musykila = ga masalah
sway-sway = dikit-dikit
_________________________________
kata ‘afwan dibeberapa ayat dengan beberapa makna yang saling berbeda. Antara lain:
Pertama, ( ولقد عفا الله عنهم) QS. Ali Imran : 155, maknanya maaf.
Kedua, (إلا أن يعفون أو يعفو الذي بيده عقدة النكاح) QS. Al-Baqarah : 237, maknanya meninggalkan.
Ketiga, (ثمّ بدّلنا مكان السيئة الحسنة حتى عفوا) QS. al-A’raf : 95, maknanya tambah banyak.
Keempat, (ويسألونك ما ذا ينفقون قل العفو) QS. al-Baqarah : 219, maknanya kelebihan dari harta.
Dari beberapa kata “afwan” yang ada dalam al-Quran tersebut, dapat kita tafsirkan makna dari kata “afwan”:
Menurut pengertian pertama, “maafkan saya atas kekurangan saya yang tidak mampu memberikan pelayanan lebih.”
Menurut pengertian kedua, “tinggalkan terimakasih tersebut, karena saya tak butuh terima kasih itu.”
Menurut pengertian ketiga, “diantara kita ada yang lebih banyak dari apa yang telah saya berikan.”
Menurut pengertian keempat, “apa yang telah saya berikan merupakan limpahan pemberian yang tidak berhak disyukuri.”
Wallahu a’lam.
penggunaan ‘afwan’ kalau dalam keseharian sama dengan ‘you welcome’ dlm bhs Inggris. juga sering digunakan sebagai permintaan maaf dalam mengusulkan sesuatu, atau kalau tidak dapat memenuhi sesuatu. (dikedua kesempatan ini kata ‘afwan’ digunakan commonly) Wallahu’aklam..
Nah, ngomong2 soal “wa iyyaka” atau “wa iyyakum”, kayaknya ada artikel bagus nih, khusus membahas masalah ucapan “wa iyyaka” atau “wa iyyakum”
———
Banyak orang yang sering mengucapkan “waiyyak (dan kepadamu juga)” atau “waiyyakum (dan kepada kalian juga)” ketika telah dido’akan atau mendapat kebaikan dari seseorang. Apakah ada sunnahnya mengucapkan seperti ini? Lalu bagaimanakah ucapan yang sebenarnya ketika seseorang telah mendapat kebaikan dari orang lain misalnya ucapan “jazakallah khair atau barakalahu fiikum”?
Berikut fatwa Ulama yang berkaitan dengan ucapan tersebut:
Asy Syaikh Muhammad ‘Umar Baazmool, pengajar di Universitas Ummul Quraa Mekah, ditanya: Beberapa orang sering mengatakan “Amiin, waiyyaak” (yang artinya “Amiin, dan kepadamu juga”) setelah seseorang mengucapkan “Jazakallahu khairan” (yang berarti “semoga ALLAH membalas kebaikanmu”). Apakah merupakan suatu keharusan untuk membalas dengan perkataan ini setiap saat?
Beliau menjawab:
Ada banyak riwayat dari sahabat dan dari Rasulullah shallahu ‘alaihi wasallam, dan ada riwayat yang menjelaskan tindakan ulama. Dalam riwayat mereka yang mengatakan “Jazakalahu khairan,” tidak ada yang menyebutkan bahwa mereka secara khusus membalas dengan perkataan “wa iyyaakum.”
Karena ini, mereka yang berpegang pada perkataan “wa iyyaakum,” setelah doa apapun, dan tidak berkata “Jazakallahu khairan,” mereka telah jatuh ke dalam suatu yang baru yang telah ditambahkan (untuk agama).
Al-Allamah Asy-Syaikh Al-Muhaddits Abdul Muhsin Al-Abbad hafizhahullah Ta’ala ditanya: apakah ada dalil bahwa ketika membalasnya dengan mengucapkan “wa iyyakum” (dan kepadamu juga)?
Beliau menjawab:
“tidak ada dalilnya, sepantasnya dia juga mengatakan “jazakallahu khair” (semoga Allah membalasmu kebaikan pula), yaitu dido’akan sebagaimana dia berdo’a, meskipun perkataan seperti “wa iyyakum” sebagai athaf (mengikuti) ucapan “jazaakum”, yaitu ucapan “wa iyyakum” bermakna “sebagaimana kami mendapat kebaikan, juga kalian” ,namun jika dia mengatakan “jazakalallahu khair” dan menyebut do’a tersebut secara nash, tidak diragukan lagi bahwa hal ini lebih utama dan lebih afdhal.”
Asy Syaikh Ahmad bin Yahya An Najmi ditanya: Apa hukumnya mengucapkan, “Syukran (terimakasih)” bagi seseorang yang telah berbuat baik kepada kita?
Beliau menjawab:
Yang melakukan hal tersebut sudah meninggalkan perkara yang lebih utama, yaitu mengatakan, “Jazaakallahu khairan (semoga ALLAH membalas kebaikanmu.” Dan pada Allah-lah terdapat kemenangan.
Menjawab dengan “Wafiika barakallah”.
Apabila ada seseorang yang telah mengucapkan do’a “Barakallahu fiikum atau Barakallahu fiika” kepada kita, maka kita menjawabnya: “Wafiika barakallah” (Semoga Allah juga melimpahkan berkah kepadamu) (lihat Ibnu Sunni hal. 138, no. 278, lihat Al-Waabilush Shayyib Ibnil Qayyim, hal. 304. Tahqiq Muhammad Uyun)
Menjawab dengan “jazakallahu khair”.
Ada satu hadits yang menjelaskan sunnahnya mengucapkan “jazakallahu khairan”, dari Usamah bin Zaid radhiyallahu anhu bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda:
“Barangsiapa yang diberikan satu perbuatan kebaikan kepadanya lalu dia membalasnya dengan mengatakan : jazaakallahu khair (semoga Allah membalasmu dengan kebaikan), maka sungguh hal itu telah mencukupi dalam menyatakan rasa syukurnya.” (HR.At-Tirmidzi (2035), An-Nasaai dalam Al-kubra (6/53), Al-Maqdisi dalam Al-mukhtarah: 4/1321, Ibnu Hibban: 3413, Al-Bazzar dalam musnadnya:7/54. Hadits ini dishahihkan Al-Albani dalam shahih Tirmidzi)
Ada beberapa ketentuan dalam mengucapkan jazakallah:
- jazakallahu khairan (engkau, lelaki)
- jazakillahu khairan (engkau, perempuan)
- jazakumullahu khairan (kamu sekalian)
- jazahumullahu khairan (mereka)
Fatwa ulama seputar ucapan “jazakallah”:
Al-Allamah Asy Syaikh Abdul Muhsin hafizhahullah ditanya:
Sebagian ikhwan ada yang menambah pada ucapannya dengan mengatakan “jazakallah khaeran wa zawwajaka bikran” (semoga Allah membalasmu dengan kebaikan dan menikahkanmu dengan seorang perawan), dan yang semisalnya. Bukankah tambahan ini merupakan penambahan dari sabda Rasul shallallahu alaihi wasallam, dimana beliau mengatakan “sungguh dia telah mencukupi dalam menyatakan rasa syukurnya.?
Beliau menjawab:
Tidak perlu (penambahan) doa seperti ini, sebab boleh jadi (orang yang didoakan) tidak menginginkan do’a yang disebut ini. Boleh jadi orang yang dido’akan dengan do’a ini tidak menghendakinya. Seseorang mendoakan kebaikan, dan setiap kebaikan sudah mencakup dalam keumuman doa ini. Namun jika seseorang menyebutkan do’a ini, bukan berarti bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam melarang untuk menambah dari do’a tersebut. Namun beliau hanya mengabarkan bahwa ucapan ini telah mencukupi dalam menyatakan rasa syukurnya. Namun seandainya jia dia mendoakan dan berkata: “jazakallahu khaer wabarakallahu fiik wa ‘awwadhaka khaeran” (semoga Allah membalas kebaikanmu dan senantiasa memberkahimu dan menggantimu dengan kebaikan pula” maka hal ini tidak mengapa. Sebab Rasul Shallallahu alaihi wasallam tidak melarang adanya tambahan do’a. Namun tambahan do’a yang mungkin saja tidak pada tempatnya, boleh jadi yang dido’akan dengan do’a tersebut tidak menghendaki apa yang disebut dalam do’a itu.
Al-Allamah Asy Syaikh Abdul Muhsin hafizhahullah ditanya:
Ada sebagian orang berkata: ada sebagian pula yang menambah tatkala berdo’a dengan mengatakan : jazaakallahu alfa khaer” (semoga Allah membalasmu dengan seribu kebaikan” ?
Beliau -hafidzahullah- menjawab:
“Demi Allah, kebaikan itu tidak ada batasnya, sedangkan kata seribu itu terbatas, sementara kebaikan tidak ada batasnya. Ini seperti ungkapan sebagian orang “beribu-ribu terima kasih”, seperti ungkapan mereka ini. Namun ungkapan yang disebutkan dalam hadits ini bersifat umum.” (transkrip dari kaset: durus syarah sunan At-Tirmidzi,oleh Al-Allamah Abdul Muhsin Al-Abbad hafidzahullah, kitab Al-Birr wa Ash-Shilah, nomor hadits: 222)
Kesimpulan:
Ucapan “Waiyyak” secara harfiah artinya “dan kepadamu juga”. Ini adalah bentuk do’a `yang walaupun ulama kita tidak menemukan itu sebagai sunnah. Dalam kasus manapun, namun tidak ada ulama yang melarang berdo’a dengan selain ucapan “Jazakumullah khairan” dengan syarat tidak boleh menganggapnya merupakan bagian dari sunnah. Namun untuk lebih afdholnya kita ucapkan “jazakalla khair”, inilah sunnahnya.
Ada satu kaidah ushul fiqih yang dengan ini mudah-mudahan kita bisa terhindar dari bid’ah dan kesalahan-kesalahan dalam beramal atau beribadah.
Al-Imam Al-Bukhari (dalam kitab Al-Ilmu) beliau berkata, “Ilmu itu sebelum berkata dan beramal”. Perkataan ini merupakan kesimpulan yang beliau ambil dari firman Allah ta’ala “Maka ilmuilah (ketahuilah)! Bahwasanya tiada sesembahan yang berhak disembah selain Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu” (QS. Muhammad: 19).
Dari ayat yang mulia ini, Allah ta’ala memulai dengan ilmu sebelum seseorang mengucapkan syahadat, padahal syahadat adalah perkara pertama yang dilakukan seorang muslim ketika ia ingin menjadi seorang muslim, akan tetapi Allah mendahului syahadat tersebut dengan ilmu, hendaknya kita berilmu dahulu sebelum mengucapkan syahadat, kalau pada kalimat syahadat saja Allah berfirman seperti ini maka bagaimana dengan amalan lainnya? Tentunya lebih pantas lagi kita berilmu baru kemudian mengamalkannya. Kita tidak boleh asal ikut-ikutan orang lain tanpa dasar ilmu, seseorang sebelum berbuat sesuatu harus mengetahui dengan benar dalil-dalilnya.
Muraja’:
- sunniforum.com/forum/showthread.php?t=3105
- darussalaf.or.id/stories.php?id=1520
- Hisnul Muslim, Syaikh Said bin Ali Al Qathani
Visi - Misi
Membangun Bangsa dengan Kecerdasaan dan Akhlakul Karimah
Rabu, 04 Maret 2015
Percakapan bahasa inggris sehari-hari part I
Sebelum ane nulis percakapan, ane minta sorry dulu sama mrs zaidah,,,
Berikut, terdapat sebuah dialog atau percakapan bahasa Inggris 2 orang tentang aktivitas sehari-hari dan artinya. Semoga bermanfaat bagi Anda.
Tania: Hi Tasya, how are you today?
Tasya: I’m good. What are you bringing?
Tania: I’m bringing some new apple which I bought from the market.
Tasya: Are you going to the market every morning?
Tania: No, I just go to the market once every 3 days. What are you doing Tasya?
Tasya: I want to sweep. Every morning, I always sweep the floor.
Tania: Do you clean the dishes also?
Tasya: Yes, I also do that. How about you, what do you do in the morning?
Tania: I help my mom cook and take care my brother. After that, I get ready to go to school.
Tasya: But, why don’t you keep your brother today?
Tania: My sister is sick and my mom told me to go to the market while she is keeping sister now.
Tasya: Oh, I see. Hey, Math homework should be collected tomorrow. Have you finished it?
Tania: I’ve done. Every night I study so that after the teacher gave me homework, then I work for it in the evenings.
Tasya: Nice Tania. I also have done it. But, I always to study in the afternoon, while I take a rest and watch TV at night.
Tania: I think it’s not a good idea to study in the afternoon, because in the afternoon I prefer to play with my friends. Tasya, I have to go because my mother is waiting at home.
Tasya: Ok, see you tomorrow at school.
Artinya:
Tania: Hi Tasya, apa kabarmu hari ini?
Tasya: Aku baik-baik saja. Apa yang sedang kamu bawa?
Tania: Saya sedang membawa beberapa apel yang baru saya beli dari pasar.
Tasya: Apakah kamu setiap pagi pergi ke pasar?
Tania: Tidak, saya hanya pergi ke pasar setiap 3 hari sekali. Apa yang sedang kamu lakukan Tasya?
Tasya: Saya ingin menyapu. Setiap pagi, saya selalu menyapu lantai.
Tania: Apakah kamu juga mencuci piring?
Tasya: Ya, saya juga melakukan hal itu. Bagaimana denganmu, apa yang kamu lakukan di pagi hari?
Tania: Saya membantu ibu memasak dan menjaga adik. Setelah itu, baru saya bersiap-siap untuk pergi kesekolah.
Tasya: Tetapi, kenapa kamu tidak menjaga adikmu hari ini?
Tania: Adik saya sedang sakit dan ibu saya menyuruh saya pergi ke pasar sementara ia menjaga adik.
Tasya: Oh, begitu. Hey, besok PR Matematika harus dikumpul. Apakah kamu sudah menyelesaikannya?
Tania: Saya sudah menyelesaikannya. Setiap malam saya belajar sehingga setelah guru memberikan saya PR, maka saya segera mengerjakannya di malam hari.
Tasya: Bagus sekali Tania. Saya juga sudah menyelesaikannya. Tetapi, saya terbiasa belajar di sore hari, sementara saya selalu beristirahat dan menonton TV di malam hari.
Tania: Menurut saya bukan ida bagus belajar di Sore hari, karena di Sore hari saya lebih suka bermain. Tasya, saya harus segera pergi karena ibu saya menunggu di rumah.
Tasya: Ok, sampai ketemu besok di sekolah
Stand Up Comedy Part II
#Hukuman di sekolah juga berpengaruh bagi masa depan muridnya kelak. Teman saya yang dahulu sering dihukum berdiri di depan kelas berjam-jam, kini jadi tentara. Dan dia sangat menikmati jadi petugas piket jaga.
#Lantas ada juga teman yang sekarang jadi sekretaris karena waktu dulu suka dihukum menulis di buku berlembar-lembar. Teman saya satu lagi yang dulu sering dihukum lari keliling lapangan ternyata sekarang jadi maling.
#Saya menjadi pelawak karena saya merasa jauh lebih cerdas dari teman-teman saya kebanyakan. Sebab perkerjaan melawak itu membutuhkan intelegensi yang tinggi. Kita semua sudah melihat bukti bahwa pelawak-pelawak itu semua cerdas-ceerdas. Mulai dari era Bing Slamet, Bagyo, Benyamin S, hingga generasi Kasino dan Dono. Namun sayang semua yang cerdas-cerdas ternyata harus meninggal lebih dulu dibanding rekan-rekan segrupnya. Yah bagaimana nggak mau meninggal duluan…lha wong dia yang paling stress memikirkan konsep lawak grupnya.
#saat menyaksikan timnas sepakbola bertanding, selalu ada tiga lagu atau yel-yel yang perlu dihapal oleh para supporter. Yang pertama “garuda di dadaku..garuda kebanggaanku, kuyakin hari ini pasti menang…”. Yel-yel yang kedua yang perlu dihapal “yooO ayoo Indonesia…ku yakin kita harus menang!!”dan yel-yel ketiga yang harus dihapal supoter Indonesia “ wasit..goblok!!..wasit gooobblllooookkk!!!!!
#Di Indonesia ada setidaknya tiga artis yang namanya menggunakan nama klub sepakbola…pertama Chelsea Olivia, ke dua Dewi Persik dan ke tiga AS Rhoma Irama , ah maksa kamu ..iya AS Rhoma kan ada namanya klub di Italia…lha AS singkatannya apa ??? Atasan Soneta
#Tetangga saya seorang ibu sangat gemas sekali melihat anaknya tidak mau belajar. Kebetulan ada tetangga sebelahnya yang kasih tahu begini, “Alhamdulillah ya anak saya memang tidak pernah belajar di rumah tapi kalo di sekolah di selalu perhatiin guru” Oh begitu, jadi setiap guru mengajar dia selalu perhatiin guru? Iya apalagi setiap ulangan dia lebih perhatiin guru, apa gurunya lengah sedikit..apa gurunya agak ngantuk, itu kesempatan buat dia….
#5 Langkah Aman Naik Angkot
Kejahatan yang saat ini marak dilakukan di dalam angkot menciptakan kekhawatiran tersendiri bagi masyarakat Jakarta. Supaya anda tidak menjadi korbannya, berikut tipsnya yang perlu diperhatikan.
PERTAMA. Hindari memakai dan memperlihatkan barang berharga di depan umum seperti paha, belahan dada dan alat vital
KEDUA. Pakailah baju yang sopan dan tertutup, jika terpaksa menggunakan pakaian terbuka usahakan naik angkot yang mata supirnya tertutup
KETIGA. Selektif dalam memilih angkot, pilih lah angkot dengan kaca bening, sopir berseragam, ada ID Card dan lampu penerangan di dalamnya. Untuk memastikan kacanya bening, tes menggunakan telunjuk, seret telunjuk seperti bentuk huruf V hingga bunyi sreet..srett
KEEMPAT. Hindari tidur di dalam angkot, tidurlah di rumah. Hindari menerima makanan atau minuman dari orang lain yang baru anda kenal apalagi anda menerima makanan/minuman basi.
KELIMA. Lebih baik ada seorang teman yang mendampingi anda saat naik angkutan kota, khususnya pada malam hari. Kecuali anda jomblo ya sudah itu sudah nasib anda
#BANK BCA Kantor Cabang Pembantu
Suatu ketika seorang laki-laki berpenampilan perlente, berjas dan baru saja turun dari mobil mewah ingin masuk ke sebuah bank. Namun tiba-tiba satpam bank tersebut menghentikan langkah si boss ini. “Maaf pak, bapak mau kemana?” tanya satpam
“saya mau nabunglah “ kata si boss ketus (dalam hatinya bergumam baru kali ini orang kaya dicurigai masuk bank). Belum sempat emosinya meledak, si boss ini dikejutkan dengan ucapan satpam “Maaf, bapak tidak boleh masuk ke sini.saya lihat penampilan anda seperti majikan Maaf pak, anda tidak melihat papan nama kami –sambil menunjuk ke atas “Bank BCA Kantor Cabang Pembantu”
#Penutup Dada
Semakin bertambahnya pengendara motor namun tidak dimbangi oleh kesadaran safety riding. Minimal, perlengkapan sederhana perlu dikenakan saat berkendara misalnya helm standar, sarung tangan, jaket atau penutup dada. Terlebih lagi banyak sekali kini kaum wanita yang memilih berkendara motor dalam menunjang aktivitasnya sehari-hari. Saya pernah memergoki beberapa wanita yang tidak melengkapi peralatan berkendaranya. Misal jaket atau penutup dada. Kemudian saya bertanya, “Bu kenapa saya perhatikan tidak hanya ibu saja tapi banyak wanita-wanita enggan memakai pentup dada saat berkendara!” Ibu itu menjawab dengan sewot, “Mas mikir dong pake otak, kalau saya pake penutup dada lagi mau dipake dimana lagi, kan saya sudah pake pentup dada model kacamata !”
#Terima Kost Pria/Wanita Baik-baik
Anda mungkin pernah melihat plang tulisan itu saat sedang mencari tempat kost. Hati-hati, coba balik papannya mungkin akan ada tulisan “TIDAK BAIK, SAYA USIR GALAK-GALAK!”
Lagipula pasti semua penguasaha kost akan menerima calonnya dengan baik-baik (lha kan mereka bakal dapat uang darinya).
Tapi kalau menerima orang baik-baik itu agak menyulitkan. Apa indikator baik? Apakah semua orang yang akan indekost harus melampirkan Surat Keterangan Kelakuan Baik dari Polisi? Seandainya pun harus melampirkan surat keterangan kelakuan baik, orang ynag hendak indekost itu tak perlu minta ke kepolisian, mintalah ke tetangganya sebab yang tahu kelakuan baik dia sehari-hari ‘kan tetangganya bukan polisi! (masuk akal gak?)
#Cinta itu ibarat aliran listrik. Maka dari itu biasanya orang yang sedang jatuh cinta seperti merasa berdebar-debar bahkan sampai kesetrum bila bersentuhan dengan pasangannya. Oleh karena cinta ibarat aliran listrik, maka dalam menjalin cinta, hubungan harus panjang. Sebab kalau hubungan harus pendek bisa menyebabkan korsleting alias berbahaya.
Stand Up Comedy bag I
# Alhamdulillah saya sudah menikah. Saya menikah saat usia 25 tahun jadi tergolong pernikahan dini, namun Alhamdulillah tidak termasuk pernikahan dini hari alias karena digerebek Hansip.
#Anak saya yang pertama lahir di luar nikah. Ya iyalah kalau lahir pas lagi nikah, kan saya masih repot salam-salaman sama tamu undangan. Kalau anak saya yang kedua lahir di luar kandungan, awalnya saya sempat sedih takut terjadi apa-apa namun kata dokter, “Bapak harusnya bersyukur anak bapak terlahir di luar kandungan, kalau masih di dalam kandungan itu artinya belum lahir!!”
#waktu mau memberi nama anak, kami berdua sepakat jika nama anak kami terdiri dari kombinasi nama ayah bundanya seperti tetangga sebelah yang memberi nama anaknya Ayunda, kependekan dari Anaknya Ayah dan Bunda. Tapi tetangga lain menyarankan jangan memberi nama anak dari kombinasi nama bapak ibu sebab ada di warga RT sebelah anaknya bernama Anak Babu, ketika ditanya artinya merupakan kependekan dari Anaknya Bapak dan Ibu.
stand up comedy
#ohya saya belum memperkenalkan istri saya, namanya Irma Kusumasari atau biasa dipanggil bu Irma. setelah tiga bulan menikah istri saya langsung hamil, mungkin ia terlalu subur. Sembilan bulan kemudian lahirlah anak pertama kami. Setelah berembuk dengan istri akhirnya ketemulah anak kami yang pertama yang kami beri nama Nayrta (baca: Nairta) yang merupakan kependekan dari aNAknYa iRma dan suharTA. Rupanya, 5 bulan Nayrta tumbuh jadi bayi sehat, istri saya lantas hamil lagi. Ini pasti bukan karena dia terlalu subur, tapi karena saya yang terlalu nafsu. Muncul kebingungan memberi nama anak kami yang kedua. Nggak mungkin diberi nama Nayrta 2, anak ke tiga, Nayrta 3 dst….emang film Rambo ada Rambo 1, Rambo 2, Rambo 3 dst…
Setelah melalui proses meditasi yang agak panjang, akhirnya ketemulah satu nama yang pas yaitu Humaira. Nama ini merupakan kombinasi juga dari nama kami berdua, Humaira merupakan akronim dari Hasil Usaha irMA dan SuhaRtA.
Saya bersyukur karena Di kamus bahasa Arab Humaira memiliki arti yaitu pipi yang kemerah-merahan. Ini panggilan sayang Nabi kepada istrinya Aisyah. Benarlah jika nama itu adalah doa, sehingga anak saya yang kedua, kini pipinya merah-merah alias alergi sampai sekarang.
#Nasib memang membawa saya menjadi guru. Saya menganggap profesi ini mulia. Walau kesan yang didapat dari sebuah kata bernama GURU kini makin mengalami pergeseran. Contoh, kita tahu guru selalu digambarkan sebagai sosok teladan, namun dalam peribahasa guru justru dicitrakan kurang sedap. Anda tahu kan peribahasa…”Guru kencing berdiri, murid kencing berlari…” Mengapa yang harus dijadikan contoh orang kencing itu guru, padahal kita mahfum yang biasa kencing berdiri itu kan supir taksi……bukan guru…”
#pekerjaan selalu melekat pada profesinya, pekerjaan supir ya menyupiri, kalo pembantu..membantui, Nah kalo guru ya menggurui toh?? namun pekerjaan itulah yang paling gak disukai semua murid dari para gurunya
#guru kadang juga identik dengan kekerasan. Tempat yang mengajarkan kekerasan juga kerap kali disebut perGURUan Silat, perguruan Karate dan lain sebagainya
#Tapi percaya atau tidak, banyak orang mengidamkan seorang guru sebagai pasangan hidupnya. Sebab guru selalu punya filososofi, “Bagaimana pah/mah sudah puas? Kalau belum ulangi lagi yah….” Kalau kurang puas papah/mamah boleh kok cari les tambahan ”
Langganan:
Postingan (Atom)